Pekanbaru,Burkas.id-Sekolah Dasar (SD) Marjinal di RT 03/v RW 01 Kelurahan Melebung Kecamatan Tenayan Raya – Kota Pekanbaru, jika dibandingkan dengan sekolah lain di Kota Pekanbaru, boleh dikatakan sangat – sangat tidak baik atau memprihatinkan.
Bangunannya terletak di jalan lintas Badak – Melebung, terdiri dari 3 lokal bangunan permanen untuk ruang belajar – mengajar ditambah 2 ruang perumahan guru.
Bangunan sekolah dikelilingi kebun kelapa sawit, jalan menuju sekolah masih jalan tanah, jika musim hujan masih becek berlumpur, memaksa anak-anak harus menyingsingkan baju agar tidak basah.

Paling memprihatinkan adalah, arus listrik belum tersambung ke sekolah maupun lingkungan sekitar RT 03/RW 01 Kelurahan Melebung.
Jika disekolah lain di Kota Pekanbaru, umumnya sudah menggunakan komputer.
Tujuannya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempercepat proses adminstrasi dalam memberikan akses lebih luas terhadap berbagai sumber belajar.
Di SD Marjinal sekolah jarak jauh SD 135 Melebung, listrik belum tersambung. Hal itu dikatakan Santoso – Ketua RT 03/ RW 01 Kelurahan Melebung menjawab pertanyaan media ini, Minggu, 17 Agustus 2025.
Usia SD Marjinal ini sudah hampir 20 tahun, posisinya berada di tengah Kota Bertuah Pekanbaru.
Bahkan jika ditarik lurus, jaraknya hanya sekitar 4000 meter dari tempat dimana Agung Nugroho Walikota Pekanbaru berkantor.
Tenaga pengajar status honor di SD Marjinal hanya 3 orang yang umumnya sudah mengabdi 20 tahun status honor dan 17 tahun.
Muridnya terdiri dari kelas 3, kelas 4 dan kelas 5, merupakan anak-anak keluarga yang tinggal dan berdomisili di RT 03 / RW 01 Kelurahan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Belum lama ini lanjut Santoso, Ibu Ratna guru di SD Marjinal itu datang kerumahnya melaporkan bahwa, ruang belajar sekolah kemungkinan dilempar orang tidak dikenal (OTK).
Kaca bagian belakang sekolah pecah berserakan, bahkan alat – alat disekolah itupun ada yang hilang, namun kurang jelas diketahui siapa yang mencurinya.
Setiap hari guru disekolah itu pulang kerumah masing-masing, sebab tak mungkin tinggal di perumahan guru, situasi sangat gelap, arus listrik belum tersambung.
Kami sangat berharap Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memberi perhatian ke daerah kami yang selama ini pembangunannya cenderung tertinggal dibanding daerah lain di Pekanbaru,” ujar Santoso berharap.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho saat dikonfirmasi melalui whatsaap terkait keberadaan SD Marjinal di RT 03/ RW 01 Kelurahan Melebung Kecamatan Tenayan Kota Pekanbaru, hingga berita ini naik cetak belum dibalas.
Sementara Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar saat dimintai tanggapan menyatakan, terimakasih atas informasi yang disampaikan terkait posisi SD Marjinal di Jalan Badak – Melebung yang berjarak hanya sekitar 4000 meter dari Walikota Agung Nugroho dan Wakil Walikota Markarius Anwar berkantor di komplek Perkantoran Walikota Pekanbaru.
Ditempat terpisah, Camat Tenayan Raya Abdul Bari SIP, M.IP saat dimintai media ini tanggapannya terkait keberadaan SD Marjinal mengakui, bahwa keberadaan SD Marjinal benar berada diwilayahnya.
Hanya saja menurut Bari, kelangsungan proses belajar – mengajar di sekolah itu hingga saat ini masih berjalan normal.
Terkait sarana dan prasarana jalan dan arus listrik yang hingga saat ini belum tersentuh ke daerah itu, Abdul Bari mengakui dan berjanji akan turun kelapangan habis acara perayaan HUT RI ke-80.
Dalam waktu dekat kita akan meninjau lokasi SD Marjinal tersebut, kita akan turun bersama Lurah Melebung dan pihak terkait lainnya.
“Mudah-mudahan cepat dapat solusi terbaik untuk membangun daerah itu,” ujar Bari.
Pengirim berita : Toni
No comments yet.