Breaking News
Categories
  • aceh
  • AMBON
  • Artikel
  • Bali
  • Banten
  • Belitung
  • Bengkalis
  • Bisnis
  • bogor
  • Budaya
  • Bukittinggi
  • Daerah
  • Deli Serdang
  • Dumai
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Inhil
  • Inhu
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jogyakarta
  • Jurnalis
  • Kabupaten Agam
  • Kabupaten Boalemo
  • kalimantan barat
  • kalimantan utara
  • Kampar
  • Kejagung Ri
  • Kejati
  • Kemenbud
  • Kesehatan
  • KPK
  • KPU
  • Kuansing
  • Kumham
  • Lampung
  • Lsm
  • Mahkamah Agung
  • Maluku
  • Manokwari
  • Medan
  • Menkum Ham
  • Meranti
  • Nasional
  • OJK
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Padang
  • Padang Pariaman
  • Palembang
  • Palu
  • Pandeglang
  • Pangkal Pinang
  • papua
  • Papua Barat
  • papua tengah
  • Partai
  • Pasaman
  • Payakumbuh
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pengadilan
  • Peristiwa
  • PHR
  • Polda Riau
  • Politik
  • Polri
  • Riau
  • Rohil
  • Rohul
  • Semarang
  • Siak
  • Sibolga
  • Singkawang
  • Sleman
  • Sosial
  • Sulteng
  • Sumatra Barat
  • Sumut
  • TNI
  • TNI-POLRI
  • Sang Penjaga Gerbang “Abal-Abal”: Potret Jurnalis Tanpa Karya

    Sep 12 2025122 Dilihat

    PEKANBARU || Di sebuah negeri yang penuh dengan narasi, ada sekelompok manusia yang begitu lihai dalam merangkai kata, namun hanya untuk satu tujuan: menuduh. Mereka adalah para penjaga gerbang “abal-abal,” sosok yang selalu siap siaga, bukan untuk mencari berita, melainkan untuk melabeli setiap wartawan lain yang memiliki karya.

     

    Mereka tak pernah menghabiskan malam-malam panjang untuk menyusun laporan investigasi. Tangan mereka steril dari coretan memo, dan pikiran mereka bebas dari beban mencari kebenaran. Yang mereka tahu hanyalah satu mantra sakral, yang selalu mereka bisikkan ke mana-mana: “Itu jurnalis abal-abal.”

     

    Ironisnya, saat kita mencoba mencari jejak karya mereka, yang kita temukan hanyalah gurun pasir. Tak ada artikel, tak ada reportase, bahkan sebuah berita singkat pun tak ada. Portofolio mereka hanyalah sebuah koleksi foto bersama para pejabat yang tersenyum tulus, seolah-olah momen itu adalah puncak dari dedikasi mereka pada pers.

     

    Mereka adalah seniman retorika yang ulung, yang menciptakan realitasnya sendiri. Dalam dunia mereka, menulis berita itu kuno. Yang modern adalah berbicara, menghakimi, dan memvonis. Mereka menciptakan hierarki imajiner di mana mereka berada di puncak, dan sisanya, semua orang yang berkeringat menulis, berada di bawah.

     

    Jadi, ketika Anda mendengar kata “abal-abal” terucap dari mulut mereka, tersenyumlah. Sebab, bisa jadi, label itu adalah satu-satunya “karya” yang pernah mereka hasilkan.

     

     

    Opini By : Pajar Saragih

    Share to

    Related News

    Jalin Silaturahmi Antar-Anggota, IKTS Su...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU — Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) kembali menggelar turnamen...

    Dari Masjid Wahdatul Ummah, TNI-Polri da...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU || Saat langit Pekanbaru masih diselimuti gelap, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 04.45 WI...

    Bukan Sekadar Lomba, Semangat Persatuan ...

    by Agu 14 2026

    PEKANBARU || Semangat Merah Putih membara di lingkungan Makodam XIX Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Juma...

    Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Jembata...

    by Agu 13 2026

    PEKANBARU || Sebanyak 52 Jembatan Garuda telah rampung dari total 118 titik yang ditargetkan di wila...

    Kisah Peltu Amir, Babinsa Kodim 0313/Kam...

    by Agu 12 2026

    PEKANBARU — Di balik keberhasilan seorang atlet meraih medali emas di kejuaraan MMA tingkat intern...

    Delvi Nurfadillah, Anak Babinsa Kodim 03...

    by Agu 12 2026

    PEKANBARU || Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Riau. Delvi Nurfadillah, putri s...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Back to top