PELALAWAN — BURKAS. ID – Aktivitas sebuah mobil ambulans yang disebut milik Rumah Sakit Medicare Sorek di salah satu SPBU Desa Dundangan, Kabupaten Pelalawan, Rabu (16/9/2026), menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Pasalnya, berdasarkan pantauan tim media di lokasi, kendaraan yang berfungsi sebagai ambulans tersebut didapati melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar bukan hanya ke tangki kendaraan, melainkan ke sejumlah jeriken yang berada di dalam mobil.
Sedikitnya terdapat enam jeriken yang terlihat di dalam ambulans. Masing-masing jeriken diperkirakan berisi sekitar 30 liter, sehingga total BBM yang berada dalam jeriken diperkirakan mencapai sekitar 180 liter. Jumlah tersebut masih merupakan perkiraan berdasarkan pengamatan di lapangan dan belum diverifikasi melalui pengukuran resmi.
Aktivitas pengisian tersebut dilakukan oleh dua orang pria yang mengaku sebagai pegawai Rumah Sakit Medicare Sorek.
Temuan tersebut menjadi sorotan karena kendaraan yang digunakan merupakan ambulans yang secara fungsi diperuntukkan bagi pelayanan dan kebutuhan transportasi medis. Penggunaan ambulans untuk membawa BBM dalam sejumlah jeriken pun memunculkan pertanyaan mengenai tujuan, peruntukan, serta dasar pengangkutan BBM tersebut.
Bukan Mengisi Tangki Ambulans, Melainkan Jeriken
Yang menjadi perhatian utama dalam temuan lapangan tersebut adalah aktivitas pengisian BBM yang tampak diarahkan ke jeriken, bukan semata-mata untuk mengisi tangki bahan bakar ambulans.
Tim media juga mengamati bahwa proses pengisian jeriken dilakukan dengan posisi kendaraan yang disebut melawan arah putaran pengisian Biosolar di SPBU.
Kondisi tersebut menarik perhatian sejumlah masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Mereka mempertanyakan mengapa sebuah ambulans rumah sakit digunakan untuk membawa beberapa jeriken Biosolar dalam jumlah yang cukup banyak.
“Kalau memang untuk kebutuhan operasional rumah sakit, seharusnya ada penjelasan peruntukannya. Yang terlihat justru BBM dimasukkan ke jeriken yang ada di dalam ambulans,” ujar seorang warga yang menyaksikan aktivitas tersebut.
Pertanyaan yang Belum Terjawab
Temuan ini memunculkan sejumlah pertanyaan yang hingga kini belum mendapatkan jawaban resmi.
Apakah pengisian Biosolar ke dalam enam jeriken tersebut merupakan bagian dari kebutuhan operasional Rumah Sakit Medicare Sorek?
Apakah pihak manajemen rumah sakit mengetahui dan memberikan persetujuan atas penggunaan ambulans untuk mengangkut BBM menggunakan jeriken?
Kemudian, apakah sebelumnya telah terdapat koordinasi antara pihak Rumah Sakit Medicare Sorek dengan manajemen SPBU Desa Dundangan terkait aktivitas pengisian tersebut?
Dan yang tidak kalah penting, untuk siapa dan untuk kepentingan apa BBM yang dimasukkan ke dalam jeriken tersebut akan digunakan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk diklarifikasi karena sampai saat ini belum ada informasi resmi yang menjelaskan tujuan pengangkutan BBM tersebut.
Dugaan Pelangsiran Masih Perlu Dibuktikan
Sejumlah masyarakat kemudian mengaitkan aktivitas tersebut dengan dugaan pelangsiran Biosolar. Namun, dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta.
Belum diketahui secara pasti siapa pemilik atau penerima BBM tersebut, untuk keperluan apa BBM dibawa, serta apakah aktivitas tersebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak Rumah Sakit Medicare Sorek, manajemen SPBU Desa Dundangan, dan apabila diperlukan, instansi berwenang yang memiliki kewenangan dalam pengawasan distribusi BBM.
Apabila pihak rumah sakit menyatakan BBM tersebut memang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional, publik tentu perlu mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme dan peruntukannya.
Sebaliknya, apabila terdapat penggunaan di luar kepentingan operasional rumah sakit, maka hal tersebut juga perlu dijelaskan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.
Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen Rumah Sakit Medicare Sorek maupun pengelola SPBU Desa Dundangan mengenai aktivitas pengisian Biosolar tersebut.
Tim media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memastikan fakta sebenarnya di balik penggunaan ambulans untuk mengangkut BBM dalam jeriken.
Enam jeriken dengan perkiraan total sekitar 180 liter Biosolar yang terlihat di dalam ambulans kini menjadi pertanyaan publik: apakah benar untuk kebutuhan operasional rumah sakit, atau terdapat tujuan lain?
Jawaban atas pertanyaan tersebut sepenuhnya menunggu klarifikasi dan verifikasi dari pihak terkait.
Catatan: Informasi dalam berita ini merupakan hasil pantauan awal di lapangan. Dugaan pelangsiran atau penyalahgunaan BBM belum dapat disimpulkan tanpa verifikasi dan keterangan resmi dari pihak terkait. Pihak Rumah Sakit Medicare Sorek dan manajemen SPBU Desa Dundangan diberikan ruang untuk menyampaikan hak jawab dan klarifikasi.
(Redaksi)
No comments yet.