Breaking News
Categories
  • aceh
  • AMBON
  • Artikel
  • Bali
  • Banten
  • Belitung
  • Bengkalis
  • Bisnis
  • bogor
  • Budaya
  • Bukittinggi
  • Daerah
  • Deli Serdang
  • Dumai
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Inhil
  • Inhu
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jogyakarta
  • Jurnalis
  • Kabupaten Agam
  • Kabupaten Boalemo
  • kalimantan barat
  • kalimantan utara
  • Kampar
  • Kejagung Ri
  • Kejati
  • Kemenbud
  • Kesehatan
  • KPK
  • KPU
  • Kuansing
  • Kumham
  • Lampung
  • Lsm
  • Mahkamah Agung
  • Maluku
  • Manokwari
  • Medan
  • Menkum Ham
  • Meranti
  • Nasional
  • OJK
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Padang
  • Padang Pariaman
  • Palembang
  • Palu
  • Pandeglang
  • Pangkal Pinang
  • papua
  • Papua Barat
  • papua tengah
  • Partai
  • Pasaman
  • Payakumbuh
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pengadilan
  • Peristiwa
  • PHR
  • Polda Riau
  • Politik
  • Polri
  • Riau
  • Rohil
  • Rohul
  • Semarang
  • Siak
  • Sibolga
  • Singkawang
  • Sleman
  • Sosial
  • Sulteng
  • Sumatra Barat
  • Sumut
  • TNI
  • TNI-POLRI
  • PKS PT.GSL KUANSING, NYATAKAN TIDAK BELI BUAH DARI TNTN TORO LANTAS PKS MANA YANG BELI BUAH SAWIT DARI BUKIT KESUMA

    Jan 15 2025269 Dilihat

    Burkas.id, Kuansing -Gerakan extrim yang dilakukan oleh Bupati Kuansing Suhardiman melakukan Inspeksi mendadak (SIDAK) lapangan ke Pabrik Kelapa Sawit PT. GSL di Kuansing

     

    Temuan pada sidak tersebut ditemukan Fakta PKS PT. GSL membeli buah ilegal dari kwasan Hutan Taman Nasional Tesso Nilo Toro dan kegiatan menadah buah ilegal tersebut telah dilakukan bertahun tahun atas temuan itu Suhardiman Bupati Kuansing meminta agar Pemilik PKS di Proses Hukum

     

    Pertanyaanya kemudian kalau PT.GSL dinyatakan tidak boleh membeli buah dari Toro dikarenakan buah dari kawasan TNTN laluBagaimana dengan buah sawit dari Bukit Kesuma yang juga sama sama berstatus Kawasan TNTN, mengapa Bupati Pelalawan tidak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Bupati Kuansing tersebut

     

    Dari sumber yang tidak mau disebut namanya kepada Media ini senin 13/01 produksi buah dari Toro diperkirakan sekitar 200 Ton per hari dan dari Bukit Kesuma sekitar 5000 Ton Per hari, pertanyaanya kata sumber diatas PKS mana yang menampung buah sawit diBukit Kesuma

     

    Apakah karena kebayakan pemilik kebun di Bukit Kesuma merupakan Pejabat dan Anggota DPR sehingga buah mereka bebas di Jual ke Pabrik?

     

    Lagi lagi kata Sumber Buah dari Bukit kesuma di cuci oleh inisial ACN dengan Modus bahwa seolah olah Buah itu dari kebun miliknya yang legal padahal buah itu dari TNTN dan sebagai Jasa menyamarkan asa usul buah tersebut ACN mendapat Fee 100 Per Kg, itu sudah lama dilakoni ACN tapi APH tutup mata kata sumber (TIM /Bks

    Share to

    Related News

    Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau...

    by Agu 16 2026

    Burkas.id,Indragiri Hilir-Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau kembali menjangkau wilayah pesisi...

    Jalin Silaturahmi Antar-Anggota, IKTS Su...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU — Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) kembali menggelar turnamen...

    Dari Masjid Wahdatul Ummah, TNI-Polri da...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU || Saat langit Pekanbaru masih diselimuti gelap, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 04.45 WI...

    Pernyataan Wali Kota Pekanbaru Soal 133 ...

    by Agu 15 2026

    Burkas.Id PEKANBARU — Polemik 133 Hak Guna Bangunan (HGB) milik pedagang Sukaramai Trade Center (S...

    Bukan Sekadar Lomba, Semangat Persatuan ...

    by Agu 14 2026

    PEKANBARU || Semangat Merah Putih membara di lingkungan Makodam XIX Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Juma...

    Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Jembata...

    by Agu 13 2026

    PEKANBARU || Sebanyak 52 Jembatan Garuda telah rampung dari total 118 titik yang ditargetkan di wila...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Back to top