PELALAWAN | BURKAS. ID — Rabu 10 Desember 2025 Sebuah video berdurasi sekitar 24 detik yang beredar di grup WhatsApp Jeritan Anak Negeri menghebohkan publik.
Rekaman itu menampilkan dugaan penganiayaan terhadap sejumlah warga yang diduga dilakukan oleh oknum security baru PT SLS di Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Dalam video tersebut terlihat beberapa warga mengalami luka pada bagian kaki hingga mengeluarkan darah. Bahkan, seorang warga tampak terbaring di tanah, diduga akibat tindakan kekerasan yang melibatkan petugas keamanan perusahaan.
Beredarnya rekaman itu memicu pertanyaan mengenai prosedur pengamanan serta cara perusahaan menangani situasi di lapangan.
Untuk mendapatkan informasi berimbang, redaksi Khabarterkini.co menghubungi pihak Humas PT SLS melalui pesan WhatsApp ke nomor 0822-2706-XXXX. Media menanyakan kebenaran isi video serta meminta klarifikasi resmi dari perusahaan.
“Izin Pak Humas, terkait beredarnya video ini di beberapa grup, mohon penjelasannya untuk kepentingan pemberitaan yang berimbang,” demikian isi permintaan konfirmasi yang disampaikan redaksi.
Pihak Humas PT SLS kemudian memberikan tanggapan bahwa pada hari yang dimaksud, perusahaan sedang melakukan kegiatan pembuatan parit di dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) menggunakan alat berat dan tenaga kerja perusahaan.
Humas juga menyebut adanya pihak-pihak tertentu yang diduga berupaya mengganggu kegiatan tersebut.
“Hari ini kami ada giat membuat parit di dalam HGU kami, menggunakan alat berat dan tenaga milik kami. Tetapi di lapangan ada oknum-oknum yang mencoba mengganggu kegiatan tersebut. Kami juga punya video lengkap sesuai kejadian di lapangan, Bang,” tulis Humas PT SLS dalam pesannya.
Namun, penjelasan tersebut dinilai tidak relevan dan belum menjawab substansi dari video viral yang memuat dugaan tindakan kekerasan terhadap warga.
Klarifikasi yang diberikan belum menyentuh persoalan inti, yakni apakah benar terjadi penganiayaan sebagaimana tampak dalam rekaman.
Hingga berita ini diturunkan, PT SLS belum memberikan pernyataan resmi yang secara langsung menanggapi dugaan kekerasan tersebut.
Media masih menunggu penjelasan lanjutan demi memastikan kronologi sebenarnya serta memperoleh informasi yang lebih akurat.
Redaksi Khabarterkini.co mengapresiasi setiap pihak yang memberikan ruang klarifikasi demi tersajinya informasi yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.
Penulis: Rul Hrp/Tim
Editor: Sl
No comments yet.