Breaking News
Categories
  • aceh
  • AMBON
  • Artikel
  • Bali
  • Banten
  • Belitung
  • Bengkalis
  • Bisnis
  • bogor
  • Budaya
  • Bukittinggi
  • Daerah
  • Deli Serdang
  • Dumai
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Inhil
  • Inhu
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jogyakarta
  • Jurnalis
  • Kabupaten Agam
  • Kabupaten Boalemo
  • kalimantan barat
  • kalimantan utara
  • Kampar
  • Kejagung Ri
  • Kejati
  • Kemenbud
  • Kesehatan
  • KPK
  • KPU
  • Kuansing
  • Kumham
  • Lampung
  • Lsm
  • Mahkamah Agung
  • Maluku
  • Manokwari
  • Medan
  • Menkum Ham
  • Meranti
  • Nasional
  • OJK
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Padang
  • Padang Pariaman
  • Palembang
  • Palu
  • Pandeglang
  • Pangkal Pinang
  • papua
  • Papua Barat
  • papua tengah
  • Partai
  • Pasaman
  • Payakumbuh
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pengadilan
  • Peristiwa
  • PHR
  • Polda Riau
  • Politik
  • Polri
  • Riau
  • Rohil
  • Rohul
  • Semarang
  • Siak
  • Sibolga
  • Singkawang
  • Sleman
  • Sosial
  • Sulteng
  • Sumatra Barat
  • Sumut
  • TNI
  • TNI-POLRI
  • Kejati : Tidak Akan Segan-Segan Menetapkan Tersangka Bila Menemukan Alat Bukti Dugaan Kasus Markup Dana Covid-19 di BPBD Sumbar

    Jun 04 202471 Dilihat

    SUMBAR |BURKAS.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (Sumbar) terus menelisik kasus dugaan penyimpangan dana COVID-19 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar.

     

    Untuk diketahui, kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan sejak April 2024 lalu.

     

    Sejauh ini, untuk menguak potensi pelanggaran pidana pada kasus ini, 19 orang sudah dimintai keterangan dari berbagai latar belakang. Mulai dari BPBD Sumbar, Inspektorat, hingga pihak rekanan pengadaan.

     

    “Termasuk ahli sudah kita mintai keterangan,” kata Hadiman, Kamis (30/05/24).

     

    Untuk saat ini kata Hadiman, pihak Auditor Internal Kejati Sumbar sedang menghitung kerugian negara.

     

    “Tim auditor internal sedang menghitung kerugian negara dalam perkara ini, begitu hasilnya keluar kami segera menetapkan tersangka,” tegasnya.

     

    Ia menegaskan Kejati Sumbar tidak akan segan-segan menetapkan tersangka bila menemukan alat bukti.

     

    “Kita tak akan pandang bulu menjerat pihak-pihak untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pidana,” tegas Hadiman.

     

    “Jika memang sudah cukup bukti dan hasil audit keluar maka segera ditetapkan tersangka dan ditahan,” tambahnya.

     

    Kasus ini mulai diusut Kejati Sumbar berdasarkan pengaduan masyarakat. Dimana, pada masa Covid-19 pemerintah mengucurkan anggaran ratusan miliar untuk penanganan Covid-19. Salah satunya pengadaan face shield.

     

    “Dari sekian banyak kontrak kami selidiki dua kontrak, hasilnya kami menemukan adanya dugaan penggelembungan harga (mark up),” jelasnya.

     

    Pagu anggaran untuk dua kontrak pengadaan tersebut diketahui mencapai Rp3,9 miliar pada tahun anggaran 2020.***

     

     

    Sumber : Liputanoke.com

    Share to

    Related News

    Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Jembata...

    by Agu 13 2026

    PEKANBARU || Sebanyak 52 Jembatan Garuda telah rampung dari total 118 titik yang ditargetkan di wila...

    Dugaan Penganiayaan di Lengkosambi Riung...

    by Agu 12 2026

    NGADA || Dugaan kasus penganiayaan kembali terjadi di wilayah Wewolaci, Desa Lengkosambi Barat, Keca...

    Hari Jadi Ke-69 Provinsi Riau, Pangdam X...

    by Agu 09 2026

    PEKANBARU || Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menghadiri Upacara Peringat...

    Satlap Tri Cakti Bongkar Penyelundupan T...

    by Jul 27 2026

    BELITUNG || Satlap Tri Cakti bersama Satgas Gabungan yang terdiri dari Posal Belitung dan KP3 Kabupa...

    Polres Kampar Press Release Ungkap Beber...

    by Jul 24 2026

      BANGKINANG,- BURKAS. ID – Polres Kampar menggelar press release pengungkapan beberapa k...

    Polsek Kampar Kiri Gelar Apel Siaga Karh...

    by Jul 24 2026

      KAMPAR – BURKAS. ID – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko ke...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Back to top