Breaking News
Categories
  • aceh
  • AMBON
  • Artikel
  • Bali
  • Banten
  • Belitung
  • Bengkalis
  • Bisnis
  • bogor
  • Budaya
  • Bukittinggi
  • Daerah
  • Deli Serdang
  • Dumai
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Inhil
  • Inhu
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jogyakarta
  • Jurnalis
  • Kabupaten Agam
  • Kabupaten Boalemo
  • kalimantan barat
  • kalimantan utara
  • Kampar
  • Kejagung Ri
  • Kejati
  • Kemenbud
  • Kesehatan
  • KPK
  • KPU
  • Kuansing
  • Kumham
  • Lampung
  • Lsm
  • Mahkamah Agung
  • Maluku
  • Manokwari
  • Medan
  • Menkum Ham
  • Meranti
  • Nasional
  • OJK
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Padang
  • Padang Pariaman
  • Palembang
  • Palu
  • Pandeglang
  • Pangkal Pinang
  • papua
  • Papua Barat
  • papua tengah
  • Partai
  • Pasaman
  • Payakumbuh
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pengadilan
  • Peristiwa
  • PHR
  • Polda Riau
  • Politik
  • Polri
  • Riau
  • Rohil
  • Rohul
  • Semarang
  • Siak
  • Sibolga
  • Singkawang
  • Sleman
  • Sosial
  • Sulteng
  • Sumatra Barat
  • Sumut
  • TNI
  • TNI-POLRI
  • Tim Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Berhasil Mengamankan Lima Pelaku Penjual Cat Palsu

    Nov 07 202591 Dilihat

     

    PELALAWAN – BURKAS. ID – Jajaran Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam pengungkapan tersebut, lima orang warga asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diamankan bersama barang bukti ratusan ember cat yang diduga dijual dengan harga tidak wajar.

    Peristiwa berawal pada Kamis, 6 November 2025 sekira pukul 11.00 WIB, di Perumahan Graha Pelalawan RT 001 RW 008, Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

    Saat itu, pelapor Aiptu Rudi Salam, anggota Polri, sedang berada di rumahnya ketika seorang pria bernama Putut Miarso datang menawarkan cat rumah merek ZET LS Profshield Platinum, yang diklaim sebagai sisa dari proyek pembangunan di Kecamatan Sorek.

    Namun, karena tidak membutuhkan, Rudi kemudian menghubungi rekannya A H, yang juga anggota Polri, untuk menanyakan apakah tertarik membeli. Saat ditanya harga, pelaku P M menawarkan satu ember cat seberat 20 kilogram hanya seharga Rp350.000.

    Harga itu jauh di bawah harga pasaran yang mencapai Rp1.600.000 per ember di toko resmi maupun aplikasi e-commerce. Melihat kejanggalan tersebut, A H merasa curiga dan segera menghubungi Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci.

    Mendapat laporan tersebut, tim Unit Reskrim segera bergerak ke lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa P M tidak sendiri. Ia bersama empat rekannya yang juga berasal dari Wonosobo, yakni:

    S (36), karyawan swasta, warga Dusun Silempal, Wonosobo. S (50),

    sopir, warga Kalikajar, Wonosobo.

    I (40), pedagang, warga Sedayu, Wonosobo.

    M . M (44), wiraswasta, warga Sedayu, Wonosobo.

    P M (44), wiraswasta, warga Sruni, Jaraksari, Wonosobo.

    Kelima pelaku berikut barang bukti langsung diamankan ke Mapolsek Pangkalan Kerinci untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa:

    134 ember cat merek ZET LS Profshield Platinum, dan 1 unit mobil minibus dengan nomor polisi AA 1195 UUZ yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut.

    Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton,menyebutkan bahwa kasus ini mengarah pada dugaan pelanggaran Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang melarang pelaku usaha memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan standar mutu atau memperdaya konsumen dengan informasi palsu.

    “Penjualan dengan harga yang tidak wajar serta keterangan ‘sisa proyek’ tanpa bukti jelas menimbulkan dugaan kuat adanya pelanggaran terhadap hak-hak konsumen,” ungkapnya. Jumat(7/11/2025).

    Kelima pelaku mengakui bahwa Cat tersebut berasal dari Wonosobo Jawa Tengah.Mereka merupakan penyalur, kemudian cat tersebut dicampur mereka dengan air.

    Barang bukti yang dinamakan ada sebanyak 200 kaleng.

     

    “Kasus ini kami tangani secara serius. Setiap bentuk pelanggaran yang merugikan konsumen akan ditindak tegas sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” tegasnya.

    Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penjualan produk dengan harga terlalu murah dari harga pasaran, karena bisa jadi barang tersebut tidak jelas asal-usulnya atau tidak layak edar. (Ads)

    Share to

    Related News

    Dugaan Penganiayaan di Lengkosambi Riung...

    by Agu 12 2026

    NGADA || Dugaan kasus penganiayaan kembali terjadi di wilayah Wewolaci, Desa Lengkosambi Barat, Keca...

    Satlap Tri Cakti Bongkar Penyelundupan T...

    by Jul 27 2026

    BELITUNG || Satlap Tri Cakti bersama Satgas Gabungan yang terdiri dari Posal Belitung dan KP3 Kabupa...

    Polres Kampar Press Release Ungkap Beber...

    by Jul 24 2026

      BANGKINANG,- BURKAS. ID – Polres Kampar menggelar press release pengungkapan beberapa k...

    Polsek Kampar Kiri Gelar Apel Siaga Karh...

    by Jul 24 2026

      KAMPAR – BURKAS. ID – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko ke...

    Penguatan Komunikasi Publik Polri Di Bum...

    by Jul 23 2026

      PEKANBARU – BURKAS. ID – Kapolda Riau melaksanakan pelantikan jabatan Kabid Humas...

    Bupati Meranti Perjuangan Status Jalan N...

    by Jul 23 2026

    PEKANBARU – BURKAS. ID – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, melakukan audiensi ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Back to top