PEKANBARU || Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat penobatan H Marwas Datuok Bosagh Kafilah Rantau Kampar Kiri sebagai Ketua Lembaga Adat (LAK) Kampar menegaskan, penobatan ketua dan pengukuhan pengurus LAK bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan.
Namun lebih dari itu, pengukuhan adalah momentum yang merupakan langkah penting untuk memperkuat fungsi adat dan syariat, sekaligus menjadi pondasi didalam kehidupan masyarakat, termasuk arah dalam pembangunan daerah Kampar.
Menurutnya, amanah yang diberikan kepada para pemangku adat, merupakan tanggung jawab besar, tidak hanya di hadapan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
“Pemangku adat harus siap menjadi payung tempat berteduh kala hujan, tempat berlindung kala panas, jadi suluh yang menerangi anak kemenakan.
Ninik Mamak harus mampu memberikan keteladanan menjaga persatuan,” kata Bupati
Penobatan H Marwas Datuok Bosagh Kalifah Rantau Kampar Kiri sebagai Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) periode 2026 – 2031 dilakukan Nasrul Datuk Ajo Dubalai selaku Pucuk Adat / Penguasa Ulayat Andiko 44 wilayah XIII Koto Kampar, Minggu 8 November 2026 di Balai Adat Kampar Bangkinang.
Prosesi penobatan ditandai dengan peletakan Detan di kepala H Marwas, sementara Ahmad Yuzar Bupati Kampar melakukan pemasangan keris dan selempang.
Lebih lanjut Ahmad Yuzar mengatakan, adat tidak boleh usang karena panas, tidak boleh lapuk karena hujan.
Jangan sampai adat hilang di Kampar. Kita harus memastikan generasi muda mengenal adatnya, menghormati ninik mamak, menghargai orang tua, serta menghormati para pemimpin.
Adat harus diwariskan dan diamalkan, bukan sekadar dikenang.
Ahmad Yuzar menekankan pentingnya memperkuat falsafah Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajarangan, sebagai landasan dalam membangun kehidupan masyarakat dan daerah.
Falsafah tersebut menggambarkan keterpaduan peran pemerintah, alim ulama, dan ninik mamak yang harus berjalan beriringan, saling menguatkan, serta melengkapi satu sama lain.
Pemerintah menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan, alim ulama membimbing kehidupan keagamaan, sementara ninik mamak memelihara tatanan adat dan membimbing anak kemenakan.
Ketiganya harus bersinergi agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memperkuat moral, persaudaraan, serta jati diri masyarakat.
H Marwas dalam pidato perdananya setelah resmi dinobatkan menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti atas dukungan penuh terhadap pelestarian dan penguatan adat istiadat di Kabupaten Kampar.
Marwas menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan adat istiadat Kampar tetap tegak, lestari, dan terus diamalkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Pada kesempatan itu H Marwas menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kampar Ahmad Yuzar selaku Payung Panji Adat Kampar dan Wakil Bupati Kampar Misharti sebagai Siompu Payung Panji Adat Kampar yang telah memberikan dukungan penuh terhadap adat istiadat Kampar.
Kita berharap adat tetap tegak, lestari, dan menjadi pedoman yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pengirim berita : Toni
No comments yet.