Pekanbaru-Hypermart di Mall SKA Pekanbaru ditengarai melakukan penyaluran beras bulog merk SPHP kemasan 5 kilogram tanpa memiliki ijin distribusi.
Selain perijinan yang kurang jelas, penipuan diduga juga terjadi di timbangan yang tertulis seberat 5 kilogram, ternyata setelah ditera hanya 4,5 kilogram.
Saat ini, peredaran beras bulog merk SPHP dilarang pemerintah, namun Hypemart di Mall SKA masih menyalurkannya.
Itu jelas salah dan diminta agar ditindak, ujar Harapan BSc Ketua LSM Forum Pembela Hak-Hak Masyarakat Tempatan kepada media, Sabtu, 11 Juli 2025 di Pekanbaru.
Menurut Harapan, pihaknya menemukan bukti masih beredarnya beras bulog kemasan 5 kilogram di Rumah Pangan Kita (RPK) di Jl Palas Mekar – Kelurahan Umban Sari, Rumbai – Kota Pekanbaru.
Menurut penjual yang enggan disebut namanya itu, pihaknya membeli beras bulog merk SPHP kemasan 5 kilogram dari Hypemart di Mall SKA – Pekanbaru.
Saat beras SPHP kemasan 5 kilogram itu ditimbang di RPK Jl Palas – Mekar tersebut, kenyataannya hanya 4,5 kilogram.
Kami hanya menjual beras yang sudah dikemas dari Hypemart, tidak ada kami kurang-kurangi timbangannya, ujar penjual sebagaimana ditirukan Harapan.
Ditempat terpisah, Subhanan Biliansi Manager (Kepala Toko) Hypermart di Mall SAK Pekanbaru saat dikonfirmasi media mengatakan, pihaknya pernah menyalurkan beras bulog merk SPHP kemasan 5 kilogram yang berasal dari Jakarta.
Namun perlu di ingat, kata Subhanan, saat ini Hypemart tidak ada lagi menjual beras bulog merk SPHP karena sudah dilarang pemerintah.
Hypemart terahir menjual beras merk SPHP tanggal 15 Juni 2025 lalu, setelah itu stop sesuai arahan pemerintah tidak boleh lagi menjual beras bulog.
Saat ditanya dari mana asal beras bulog yang disalurkannya diperoleh, menurut Subhanan, pihaknya beli dari Jakarta.
Terkait masih adanya toko penjual beras bulog merk SPHP kemasan 5 kilogram dan mengaku dibeli dari Hypemart Mall SKA Pekanbaru, mungkin beras SPHP itu sisa jualan setelah Idul Fitri lalu.
Subhanan membantah baru menjual, sebab mereka terahir menyalurkan beras bulog merk SPHP itu tertanggal 15 Juni 2025 lalu.
Akan halnya timbangan ukuran 5 kilogram setelah ditera ulang ternyata hanya berat 4,5 kilogram, Manager Hypemart yang pernah bertugas di Kalimantan itu mengatakan, kemasan yang dijual datang dari Jakarta dan timbangannya tercatat 5 kilogram.
“Sifatnya kami hanya penjual tanpa menimbang ulang setiap kemasan yang sudah tertera 5 kilogram.
Kalau ada kekurangan setelah ditera ulang, bukan tanggung jawab kami, ditanya saja ke Jakarta,” ujar Subhanan Biliansi dengan mimik serius.
Kepala Bulog Riau – Kepri Ismed Arlando saat dikonfirmasi media lewat whatsaap menjelaskan, setelah lebaran Idhul fitri, penyaluran beras SPHP di stop pemerintah, baru Sabtu kemarin penyaluran SPHP dibuka kembali.
Dikatakan, SPHP adalah beras produk bulog dengan mnenggunakan beras CBP.
Selama SPHP di stop, Kabulog Riau – Kepri Ismed Arlando mengakui adanya pedagang nakal mencari keuntungan pribadi memanfaatkan kemasan bekas SPHP untuk di isi ulang dan dipasarkan di toko-toko.
Berdasarkan informasi dari pemilik toko, SPHP tersebut didatangkan pedagang dari provinsi tetangga, dan hal itu sedang kita selidiki pemasoknya, ujar Ismed yang mengaku sedang berada di Natuna.
Terhadap sisa SPHP lama, kalau memang benar sisa lama, hak mereka untuk menjual segera dihabiskan, tapi biasanya beras SPHP 1-2 minggu saja sudah ludes terjual, mengapa ada RPK yang menyebut sisa beras lebaran yang belum habis, hal itu patut dipertanyakan, katanya.
Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjual beras bulog membeli beras dari Hypemart SKA, gak mungkin bisa membeli banyak.
Karena berdasarkan peraturan pembeliannya terbatas dan pasti untungnya kecil serta RPK mengetahui tidak boleh menjual diatas HET (harga eceran tertinggi).
“Mereka sudah ada pernyataan di bulog untuk tidak menjual diatas HET,” tegas Ismed.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H Maisisco S.Sos, MSi saat hendak dimintai media tanggapannya terkait peredaran beras bulog merk SPHP di Pekanbaru mengatakan, pihaknya sedang sibuk menyambut kedatangan Kapolri di Pekanbaru.
Kurang jelas diketahui apakah Maisisco Kadis Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru termasuk panitia penyambutan kedatangan Kapolri yang mendapat Gelar Adat “Ingatan Budi” dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAM) Riau.
Saya lagi sibuk, saya komunikasikan dan pelajari dulu, ujar Maisisco tanpa menjelaskan apa yang akan dikomunikasikan serta dengan siapa hendak mempelajari.(Toni)
No comments yet.