Breaking News
Categories
  • aceh
  • AMBON
  • Artikel
  • Bali
  • Banten
  • Belitung
  • Bengkalis
  • Bisnis
  • bogor
  • Budaya
  • Bukittinggi
  • Daerah
  • Deli Serdang
  • Dumai
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Inhil
  • Inhu
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jogyakarta
  • Jurnalis
  • Kabupaten Agam
  • Kabupaten Boalemo
  • kalimantan barat
  • kalimantan utara
  • Kampar
  • Kejagung Ri
  • Kejati
  • Kemenbud
  • Kesehatan
  • KPK
  • KPU
  • Kuansing
  • Kumham
  • Lampung
  • Lsm
  • Mahkamah Agung
  • Maluku
  • Manokwari
  • Medan
  • Menkum Ham
  • Meranti
  • Nasional
  • OJK
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Padang
  • Padang Pariaman
  • Palembang
  • Palu
  • Pandeglang
  • Pangkal Pinang
  • papua
  • Papua Barat
  • papua tengah
  • Partai
  • Pasaman
  • Payakumbuh
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pengadilan
  • Peristiwa
  • PHR
  • Polda Riau
  • Politik
  • Polri
  • Riau
  • Rohil
  • Rohul
  • Semarang
  • Siak
  • Sibolga
  • Singkawang
  • Sleman
  • Sosial
  • Sulteng
  • Sumatra Barat
  • Sumut
  • TNI
  • TNI-POLRI
  • Presiden Prabowo, Diminta Tindak Tegas Oknum PTPN IV Regional III “Perampok” Dana Petani Sawit Pangkalan Baru

    Des 21 2024130 Dilihat

    Burkas.id,PEKANBARU:-Prilaku pihak PTPN V Regional III terhadap ratusan petani sawit yang tergabung di bawah naungan Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPPSA-M) Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar, Riau benar-benar kejam & brutal.

    Sudahlah dana pembanginan kebun sawit petani “dikorup” justru ratusan petani digugat ke pengadilan untuk membayar Rp 140 miliar yang diklaim sebagai utang petani.

     

    Atas kekejian itu pula, Presiden Prabowo yang kini tengah gencar memerangi para penindas raykat, diminta menindak tegas oknum Koruptor yang bermain di balik “perampokan” dana-dana petani itu.

     

    Tidak tahan terus diteror, beberapa hari silam perwakilan petani mendatangi Kantor Staf Kepresidenan, serta Kementerian terkait, untuk mengadukan prilaku bejat pigak PTPN IV Regional III itu.

    Bayangkan, perusahaan “plat merah” yang dulu bernama PTPN V, semula bertindak sebagai avalis (penjamin) pembangunan kebun kelapa sawit seluas 1.650 hektar untuk petani. Realisasinya, hanya 800 hektar.

     

    “Tragisnya, setelah para petani ditipu, justru diminta pula untuk membayar dana sebesar Rp 140 miliar yang mereka klaim sebagai pembiayaan kebun petani itu,” kata M. Nusirwan Ketua Koppsa, koperasi wadah para petani itu.

     

    Lebih ironis lagi, pihak PTPN IV Regional III, mencoba memaksa pengadilan untuk merampok kembali petani atas dana Rp 140 miliar itu.

     

    Bayangkan, dengan tindakan biadab, mereka mengajukan gugatan perdata ke pengadilan dengan menggugat petani atas dana Rp 140 miliar yang diklaim sebagai.

     

    “Ironisnya, 14 orang dari 622 KK petani yang mereka gugat, sudah meninggal dunia. Mengerikan!” ungkap Nusirwan, tak habis pikir.

     

    Dijelaskan, kegagalan PTPN dalam membangun kebun masyarakat tersebut menimbulkan dugaan adanya praktik tipikor yang dilakukan oleh oknum PTPN IV regional III.

     

    Hal ini karena sampai dengan saat ini PTPN IV regional III tidak mampu untuk menguraikan alokasi penggunaan biaya pembangunan kebun masyarakat Pangkalan Baru secara detil.

     

    Selain dugaan tipikor, diduga pula terdapat upaya-upaya intimidasi dari PTPN IV regional III kepada pengurus KOPPSA-M.

     

    Akibatnya Nusirwan yang sebelumnya merupakan karyawan PTPN IV regional III terpaksa keluar dari perusahaan plat merah itu. Ia mengaku ada tekanan dari oknum berinisial AS dan FL yang menjabat sebagai EVP dan GM.

     

    Nusirwan dipaksa untuk menandatangani berita acara pernyataan hutang KOPPSA-M sebanyak Rp140 milyar lebih tersebut dengan imbalan promosi menjadi karyawan pimpinan.

     

    Meski sempat menjalani jabatan tersebut selama 1 bulan, Nusirwan menolak menandatangani pernyataan pengakuan hutang tersebut dan memilih untuk mundur sebagai karyawan perusahaan plat merah tersebut.

     

    “Kami bersama 622 kepala keluarga yang saat ini kebunnya mau disita oleh PTPN akan memperjuangkan hak kami dan menempuh semua upaya yang kami bisa” pungkas Nusirwan saat mendampingi perwakilan Masyarakat Pangkalan Baru saat menyampaikan pengaduan kepada Presiden.(Rls/red)

    Share to

    Related News

    Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadir di Upa...

    by Agu 17 2026

    PEKANBARU || Nuansa kemerdekaan terasa begitu kuat di Halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal S...

    Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau...

    by Agu 16 2026

    Burkas.id,Indragiri Hilir-Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau kembali menjangkau wilayah pesisi...

    Jalin Silaturahmi Antar-Anggota, IKTS Su...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU — Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) kembali menggelar turnamen...

    Dari Masjid Wahdatul Ummah, TNI-Polri da...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU || Saat langit Pekanbaru masih diselimuti gelap, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 04.45 WI...

    Pernyataan Wali Kota Pekanbaru Soal 133 ...

    by Agu 15 2026

    Burkas.Id PEKANBARU — Polemik 133 Hak Guna Bangunan (HGB) milik pedagang Sukaramai Trade Center (S...

    Bukan Sekadar Lomba, Semangat Persatuan ...

    by Agu 14 2026

    PEKANBARU || Semangat Merah Putih membara di lingkungan Makodam XIX Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Juma...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Back to top