Breaking News
Categories
  • aceh
  • AMBON
  • Artikel
  • Bali
  • Banten
  • Belitung
  • Bengkalis
  • Bisnis
  • bogor
  • Budaya
  • Bukittinggi
  • Daerah
  • Deli Serdang
  • Dumai
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Inhil
  • Inhu
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jogyakarta
  • Jurnalis
  • Kabupaten Agam
  • Kabupaten Boalemo
  • kalimantan barat
  • kalimantan utara
  • Kampar
  • Kejagung Ri
  • Kejati
  • Kemenbud
  • Kesehatan
  • KPK
  • KPU
  • Kuansing
  • Kumham
  • Lampung
  • Lsm
  • Mahkamah Agung
  • Maluku
  • Manokwari
  • Medan
  • Menkum Ham
  • Meranti
  • Nasional
  • OJK
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Padang
  • Padang Pariaman
  • Palembang
  • Palu
  • Pandeglang
  • Pangkal Pinang
  • papua
  • Papua Barat
  • papua tengah
  • Partai
  • Pasaman
  • Payakumbuh
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pengadilan
  • Peristiwa
  • PHR
  • Polda Riau
  • Politik
  • Polri
  • Riau
  • Rohil
  • Rohul
  • Semarang
  • Siak
  • Sibolga
  • Singkawang
  • Sleman
  • Sosial
  • Sulteng
  • Sumatra Barat
  • Sumut
  • TNI
  • TNI-POLRI
  • Refleksi 2025, Lembaga Adat Melayu Riau LAMRI,Konflik Kawasan Hutan Optimis Menjadi Daerah Istimewa Riau ‎

    Jan 01 202659 Dilihat

    Pekanbaru,Burkas.id – Menutup lembaran tahun 2025 yang penuh dinamika, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar refleksi akhir tahun bertajuk “Sembang-Sembang Pers: Refleksi 2025 dan Optimisme 2026” di Balai Adat Melayu Riau, Selasa (30/12/2025).

    ‎Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan sikap atas ketangguhan masyarakat Melayu menghadapi gelombang persoalan ekonomi, hukum, hingga konflik sosial yang mendera sepanjang tahun.

    ‎Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menggambarkan 2025 sebagai tahun yang menguji daya tahan (resiliensi) masyarakat Riau. Ia menyebut kondisi sepanjang tahun ini sebagai “jalan yang berliku-liku.”

    ‎“Riau menghadapi tekanan multidimensi. Mulai dari himpitan ekonomi, persoalan hukum, hingga dinamika politik yang pelik. Namun, bagi orang Melayu, waktu tidak pernah menunggu. Kita belajar untuk introspeksi dan berserah diri kepada Ilahi agar setiap tantangan menjadi bekal kekuatan,” ujar Datuk Seri Taufik di hadapan tokoh adat dan insan pers.

    ‎Salah satu poin krusial yang disorot adalah nasib masyarakat adat yang kian terhimpit di tengah ketidakpastian status kawasan hutan. LAMR menilai, hak-hak masyarakat tempatan seringkali terabaikan dalam praktik di lapangan, sebuah isu yang menjadi prioritas perjuangan lembaga ini ke depan.

    ‎Meski didera berbagai kendala, LAMR mencatat sejumlah capaian monumental sepanjang 2025 yang menjadi pondasi optimisme menyongsong 2026. Di antaranya:

    ‎1.Akselerasi Daerah Istimewa Riau (DIR): LAMR terus mendorong pengakuan Riau sebagai Daerah Istimewa, sebuah langkah yang dinilai sebagai hak sejarah atas kontribusi besar Riau terhadap bangsa.

    ‎2.Pusat Melayu Serumpun: Mengembalikan pusat lembaga adat rumpun Melayu ke Tanah Riau untuk dikembangkan dalam skala nasional.

    ‎3.Penguatan Literasi & Pendidikan: Mendaftarkan kurikulum Budaya Melayu Riau (BMR) ke data pendidikan nasional serta menerbitkan kembali buku Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy.

    ‎4.Penghormatan Tokoh: Menyelesaikan kajian usulan Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai Pahlawan Nasional.

    ‎“Interaksi kami dengan masyarakat sangat tinggi. Sepanjang tahun ini, tercatat ada 416 kunjungan masyarakat ke LAMR dan 41 program kerja telah terlaksana. Ini bukti bahwa LAMR tetap menjadi rumah bagi keluh kesah rakyat,” tambah Datuk Seri Taufik.

    ‎Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, menegaskan bahwa semua capaian ini mustahil terwujud tanpa peran media. Ia menekankan bahwa tugas LAMR bukan sekadar melestarikan kesenian, melainkan benteng perjuangan hak adat.

    ‎“Hambatan di 2025 adalah guru terbaik. Kami tidak boleh berkecil hati. Justru tantangan itu memacu kami untuk memastikan 2026 menjadi tahun yang lebih berkeadilan bagi masyarakat Riau,” tegas Datuk Seri Marjohan.

    ‎Dukungan terhadap isu Daerah Istimewa Riau juga menggema dari kalangan pers yang hadir. Isu ini dinilai bukan sekadar aspirasi politik, melainkan tuntutan atas martabat dan kontribusi nyata Riau terhadap kedaulatan NKRI.

    ‎Pertemuan ditutup dengan pesan hangat dari Datuk Seri Taufik tentang pentingnya menjaga marwah Melayu di tengah keterbatasan. “Sinergi dengan media adalah kunci. Bersama-sama, kita jaga marwah negeri ini agar tetap tegak di masa depan,” pungkasnya.Bk:01)

    Share to

    Related News

    Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau...

    by Agu 16 2026

    Burkas.id,Indragiri Hilir-Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau kembali menjangkau wilayah pesisi...

    Jalin Silaturahmi Antar-Anggota, IKTS Su...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU — Ikatan Keluarga Tionghua Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) kembali menggelar turnamen...

    Dari Masjid Wahdatul Ummah, TNI-Polri da...

    by Agu 16 2026

    PEKANBARU || Saat langit Pekanbaru masih diselimuti gelap, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 04.45 WI...

    Pernyataan Wali Kota Pekanbaru Soal 133 ...

    by Agu 15 2026

    Burkas.Id PEKANBARU — Polemik 133 Hak Guna Bangunan (HGB) milik pedagang Sukaramai Trade Center (S...

    Bukan Sekadar Lomba, Semangat Persatuan ...

    by Agu 14 2026

    PEKANBARU || Semangat Merah Putih membara di lingkungan Makodam XIX Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Juma...

    Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Jembata...

    by Agu 13 2026

    PEKANBARU || Sebanyak 52 Jembatan Garuda telah rampung dari total 118 titik yang ditargetkan di wila...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Back to top